Arsip Tag: rindu

Kuraba, Kau Tiada

  ‘bu, Apa kabarmu di sana? Dinding terlalu hening untuk bercerita tentang rindu ini, ‘bu Terlalu bisu untuk me

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , | 5 Komentar

R I N D U

oleh: RD Kedum, Warih Subekti, Driya Widiana M S, Yuslisul Pransiskasari, Oscar Amran, Dewi Kelana, Kang Riboet Gondrong, Adi Rosadi, Hadi Lempe, dan Kokinos Te dalam kaca tetap kurapal wajah dan petuah nenek moyang yang mendaras di nadi merahku meski … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , | 1 Komentar

pupus – kenangan 1107-12

– Bahkan malam-malam pun lupa…! Kepada siapa seharusnya meletakkan cahaya pagi yang masih digenggamnya dalam selimut, sehingga mimpi-mimpi kita tak lg bernyawa -pupus-11

Dipublikasi di SAJAK, Uncategorized | Tag , , , , , , , | 5 Komentar

namamu di tepi petangku

Di rinai jingga ini .. saat melangkahi bubuk rindu di tengah dandang cinta sejenak aku tertegun betapa semilir ini menyeruput kehangatan petangku sampai pelangi turun pun, terabaikan kau melangkahi ladangku dan langit turun memahatkan namamu di tepi petangku batam-1505-12

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , | 4 Komentar

Perjalanan

Petang mulai tergelincir sayang.. mari kita pulang. hembusan Muson Timur ini  akan membawa gugur merah dedaunan maple leaf  … bertaburan menutupi taman kecil rumah kita. dan kita akan mengelilingi air mancur yang selalu, kepadanya kita beradu rindu. s

Dipublikasi di SAJAK | Tag , , , , | 10 Komentar

‘sepotong namamu di cangkirku, malam ini’

02-05-2012 ↔ 03-05-2012 Rindu, rintik merembas di kaca jendela. Kamu, namamu melekat di kepulan asap lembut secangkir cokelat panas. Malam ini, Mei, dan hujan. Dan ketika malam bergumul…  ku seruput kepulan namamu memasuki mimpi yang kemarin sempat kita bina bersama … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di monolog, SAJAK | Tag , , , , , , | 5 Komentar

Entah siapa kepadanya aku

   entah siapa kepada nya aku . sekiranya waktu terus berlalu, maka berlalulah aku di larungnya mengetam – etamkan benua rindu yang sedari kemarin memasung musim sampai – sampai Laut turut ter-etam merayapi pepasir di sisiran _ ah., dimana kiranya, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kajian, Puisi, SAJAK | Tag , , , , , , , , | 4 Komentar

Dan kini kamu !

Aku ucap cinta , kemarin kepada gadis-gadis datang segaris kemudian hilang lalu aku pun hampa. dan kini kamu, aku berkata cinta dengan sikap dan kini kamu, aku bersikap cinta tanpa kata   ah… kurasa musim ini aku akan membuka figura … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , , , , , | 2 Komentar

Sedari 12 musim yang Lalu

Ah… nyaris 12 musim, sudah jauh sebelum semi menaburkan Kenari di putik – putik jingga tapi kau tak juga datang _ di danau ini aku tertegun, seperti di 12 musim yang lalu duduk di patahan karang meneguk senja sembari menanti … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , , | Meninggalkan komentar