Arsip Tag: pepah

teruntuk mu kasihku

Lalu, ku pepah lamat – lamat senandung rembulan malam ini… setelah sembilan puluh enam musim yang lalu, aku memancur hidup di kaki – kaki para pelacur angin menikmati – sekiranya – nafas gratis dari si pemilik semesta raya   dan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , , | 3 Komentar