Arsip Tag: ayah

meneracau aku , bu..! aku meneracau

diam – diam aku mengendap di antara bayangan mu pada segaris cerita tentang kehidupan menilik se’inci demi se’inci hitam shiluet kulit yang tak jauh dari kenyataan – dendang malam itu bu, maaf sekiranya aku tak sempat. maaf sekiranya aku sengaja … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , | 2 Komentar