Memisah Dua

 

Dinding ini melupa pada hujan.

Lupa menulis selamat tidur
untuk langit dan ubin yang tak pernah saling bertemu
Kecuali dalam keruntuhan hidupnya.

Secangkir ko Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di SAJAK | Tag | 2 Komentar

WAR Trip to Bandung – hayuk, kapan lagi kita ketemu? :D

permisi, maaf ini saya muncul lagi setelah hilang timbul.

ini, si temen. Kang Beta udah ngelunasin hutang menulisnya tentang WAR Trip To Bandung (Baca di)

Ini adalah cerita dari su Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | Meninggalkan komentar

Selamat Hari Air Sedunia – 22 Maret 2014

http://kherjuli.files.wordpress.com/2014/01/wwd14_sq1_336x280_white1.jpg?w=480mulai hari ini, selain puisi mungkin saya akan mengisi blog yang sepertinya sudah lumutan ini dengan cerita sehari-hari saya namun memiliki efek bermanfaat bagi pembaca sekalian. Hari ini, dua puluh satu maret, sehari sebelum peringatan hari sumber kehidupan bagi manusia. kalian pernah dengar hari air sedunia? yap, pasti baru pada tau kali yah.. hehe.. oke, berikut ulasannya.

Pada Sidang Umum PBB ke-47 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1992, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1993. Berdasarkan sejarahnya Hari Air Sedunia dicetuskan kali pertama saat digelar United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Konferensi Bumi oleh PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992 tersebut. (COPAS BLOG TETANGGA, heehee..)

Tema dan Logo World Water Day tahun 2014. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kajian, Uncategorized | Meninggalkan komentar

Kitalah Cakrawala

wahai dinama lentera.. kita tidak lagi sama! seperti malam yang dikunyah mentah pada pagi buta, sampai senja menyilang dan kembali pada malam serupa, kita pun tidak pernah lagi sama, meskipun sebenarnya kita hanya itu-itu saja.

 

Ketahuilah, dinama lentera.. Bahwa sampai hari ini kita tidak akan pernah tahu apapun; karena dunia tidak menceritakan apa yang tidak perlu kita tahu, dan yang akan kita ketahui mungkin tidak pernah ingin kita dengarkan. Memang terkadang langit terlalu curam, sampai kita merasa telah mencapainya. Tapi percayalah.. kita ibarat laut dan langit yang ternyata adalah dua cermin saling menyatu di tepi sana, kitalah cakrawala..

 

kamu, tahu? hari ini adalah hari ke dua puluh empat kalinya bagiku, September tampil sempurna.. di mana setiap waktu berdetak berat, seolah tersangkut keinginan yang (mungkin) tidak akan pernah tercapai. Namun kemudian kita saling mengotak-atik harapan, menitipkannya pada peri penabur hujan; tolong sampaikan pada-Nya, kami akan selalu saling jatuh cinta.

 

Dan kemudian, jadilah kita takzim pada Kuasa yang Niscaya.

kitalah cakrawala..

 

 

 

te’1109.13

Kitalah Cakrawala

Dipublikasi di Puisi | Meninggalkan komentar

PURNAMA KE SEPULUH

pelanpelan ‘ku tatap langit,
purnama lagi tinggi
aku, kamu dan kicau laut
memburu waktu
Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag | Meninggalkan komentar

andai saja laut mengerti..!

andai saja laut mengerti..!
; gelombangnya yang mematahkan karang
juga telah mematahkan sayang..!

lalu dimanakah pasirpasir yang kita hitung bersama
saat temaram bulan ke-sepuluh yang lalu?

Mungkinkah aku buta?
atau aku terlalu sibuk mencecah malam jadi buaian semata?
ataukah mungkin ingatanku hilang terhapus purnama, tersapu ombak-ombak duka? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , | 1 Komentar

jika demikian, maka…

jika demikian, maka akan kuimajikan kamu jadi pelangi!

rinai merona setelah hujan yang warnawarni dalam hatiku,

tak lama dalam bilik langit yang cerah; kamu, aku, dan kita

jika demikian, maka akan kudeskripsikan kamu dalam sesajak yang lalu,

dimana lariklarik merekah

kamu adalah euphoria tak terabaikan..! Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , , | Meninggalkan komentar