Arsip Kategori: SAJAK

serah

bilamana jatuh aku pada rebah pada serah maka jatuhlah demi rindu pemilik hati sebagaimana tumbang kalam dalam dendam dan mungkin kini pun entah ke mana junjung ibarat layang hendakku pulang tapi nasib ‘ku terajang jengkang te 2809.13 Iklan

Dipublikasi di SAJAK | 3 Komentar

Memisah Dua

  Dinding ini melupa pada hujan. Lupa menulis selamat tidur untuk langit dan ubin yang tak pernah saling bertemu Kecuali dalam keruntuhan hidupnya. Secangkir ko

Dipublikasi di SAJAK | Tag | 2 Komentar

PURNAMA KE SEPULUH

pelanpelan ‘ku tatap langit, purnama lagi tinggi aku, kamu dan kicau laut memburu waktu

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag | Meninggalkan komentar

andai saja laut mengerti..!

andai saja laut mengerti..! ; gelombangnya yang mematahkan karang juga telah mematahkan sayang..! lalu dimanakah pasirpasir yang kita hitung bersama saat temaram bulan ke-sepuluh yang lalu? Mungkinkah aku buta? atau aku terlalu sibuk mencecah malam jadi buaian semata? ataukah mungkin … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , | 1 Komentar

jika demikian, maka…

jika demikian, maka akan kuimajikan kamu jadi pelangi! rinai merona setelah hujan yang warnawarni dalam hatiku, tak lama dalam bilik langit yang cerah; kamu, aku, dan kita jika demikian, maka akan kudeskripsikan kamu dalam sesajak yang lalu, dimana lariklarik merekah … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

langit yang menghukum

  langit sedang hitam pongah, dendamkah..? padahal tanah sudah bernanah, rongak sejak batu-batu disusun gagah,

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

“aku sebait putik”

resah gulita. aku. berlari selekas waktu bertudung rindu. menyiumi roma kenangan yang satusatu pecah, kecai dalam dendang. bayangmu… direnda tiada. tak berbadik, aku melirik. kupersembahkan “aku sebait putik” te’ 2809-12

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Meninggalkan komentar