Selamat Hari Air Sedunia – 22 Maret 2014

http://kherjuli.files.wordpress.com/2014/01/wwd14_sq1_336x280_white1.jpg?w=480mulai hari ini, selain puisi mungkin saya akan mengisi blog yang sepertinya sudah lumutan ini dengan cerita sehari-hari saya namun memiliki efek bermanfaat bagi pembaca sekalian. Hari ini, dua puluh satu maret, sehari sebelum peringatan hari sumber kehidupan bagi manusia. kalian pernah dengar hari air sedunia? yap, pasti baru pada tau kali yah.. hehe.. oke, berikut ulasannya.

Pada Sidang Umum PBB ke-47 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1992, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1993. Berdasarkan sejarahnya Hari Air Sedunia dicetuskan kali pertama saat digelar United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Konferensi Bumi oleh PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992 tersebut. (COPAS BLOG TETANGGA, heehee..)

Tema dan Logo World Water Day tahun 2014.

setiap tahunnya, tema dan logo hari air sedunia selalu berubah sesuai dengan isu yang dikeluarkan oleh Konferensi Bumi PBB. Pada september 2013 yang lalu, PBB mengumumkan tema hari air 2014 adalah AIR & ENERGI.

AIR DAN ENERGI : Tentu saja air dan energi adalah dua hal yang sangat berkaitan. Air adalah sumber Energi dan sangat dibutuhkan dalam penciptaan energi terbarukan, dan Energi dapat digunakan untuk pengelolaan serta pemeliharaan Air. Seperti halnya pembangkit energi dan transmisi yang membutuhkan pemanfaatan sumberdaya air, air juga membutuhkan energi lain sebagai penjaga stabilitas dan pemeliharaan berkelanjutan demi menjaga kuota air dari kebutuhan besar-besaran makhluk hidup se-dunia.

Penemuan energi baru dalam biofuel (bahan bakar hayati) dapat menambah permintaan pendayagunaan sumber daya air. Laporan Pembangunan Air Dunia terbaru (2012) memprediksi akan terjadi peningkatan permintaan biofuel yang berdampak kepada peningkatan pemanfaatan sumber daya air. Misalnya 5 % dari transportasi jalan pada tahun 2030 (data Badan Energi Internasional) bisa mendorong peningkatan kebutuhan air sebanyak 20 % dari air yang digunakan untuk pertanian di seluruh dunia.

Selain itu, produksi biofuel juga dapat menyebabkan terjadinya kenaikan pencemaran air melalui penggunaan pupuk dan bahan kimia pertanian dalam skala besar. Sebaliknya, sekitar 8 % dari pembangkit energi global digunakan untuk memompa, merawat dan mengangkut air ke berbagai konsumen. Dengan demikian maka produksi air dan energi, seperti halnya untuk pembangkit energi panas bumi, menawarkan kesempatan menarik bagi  negara-negara langka air.

Di Indonesia sendiri, kebutuhan dan pemeliharaan air sangat bertolak belakang, sehingga ketika musim hujan akan terjadi banjir dan ketika kekeringan akan terjadi kelangkaan sampai akhirnya terjadi kebakaran seperti kebakaran besar yang terjadi di RIAU beberapa waktu lalu. Hal ini merupakan tingkat ketidaksadaran masyarakat Indonesia di berbagai kalangan masih sangat minim dalam hal  mendayagunakan secukupnya dan memelihara sebaik-baiknya segala bentuk  energi dan air. Perusahaan air minum yang dikelola pemerintah misanya, menurut saya  masih belum mampu memenuhi hak masyarakat atas air seperti yang tertera dalam undang-undang RI  No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan dasar pokok-pokok agraria, dan tertuang dalam pasal 8 BAB I serta dijelaskan dama pasal 16 ayat 2 pada BAB II, yang menyebutkan bahwa masyarakat memiliki hak guna atas air.

Air bersih sepertinya sudah bukan hal umum bagi masyarakat Indonesia. seperti penelitian rekan penulis di salah satu daerah di kota Batam, mengenai penggunaan air bersih di daerah teluk bakau (juga terbit di majalah THINK – TABLOID kampus yang juga tengah mengangkat tema hari air sedunia pada edisi Maret ini). Mereka tidak menggunakan air ATB (perusahaan air minum di Batam; Adhya Tirta Batam) dalam kehidupan sehari-hari. Hujan dan air sumur masih menjadi cerita harmonis sepanjang perjalanan kehidupan mereka.  Namun ketika musim sedang kemarau seperti tiga bulan kebelakang, sumur mereka menjadi keruh, seperti hidup segan mati tak mau.

“bukannya kami tidak mampu membayar air ATB, tapi untuk menggunakannya kami harus mengumpulkan kurang lebih 50 Rumah untuk menyambung saluran air ATB tersebut” ungkap salah seorang warga yang notabene sebagai pekerja buruh pembuatan tahu di teluk bakau.

Ternyata banyak hal yang telah dilakukan sebagian masyarakat sejak zaman dulu hingga sekarang demi mendapatkan air bersih untuk keperluan hidup sehari-hari selain memanfaatkan aliran air dari selang-selang yang dikelola oleh pemerintah. di antaranya adalah dengan cara pemanfaatan air sungai, air sumur (air tanah), bahkan air hujan. dari sumber-sumber air ini apabila tidak dipelihara, maka sumber air  bersih di masa mendatang akan sukar didapatkan.

“kita tidak mewariskan bumi dan isi di dalanya kepada anak – cucu kita.. kita meminjamnya dari mereka!” 

pandangan seperti ini yang harus dikedepankan di masa sekarang. Bukan mewariskan masa depan, tapi kita telah meminjam dari generasi penerus kita. lalu, apakah akan kita kembalikan barang yang kita pinjam itu dalam keadaan rusak?  wallahua’lam. mari kita kembalikan kepada kesadaran diri kita masing-masing. So, save water, save our energi for our future.

the end, keep spirit, keep kreatif!

salam, te’ ..
21 Maret 2014

demikian pula pemeliharaan terhadap kelestarian dan kebersihan air oleh masyarakat

 

Iklan

Tentang kokinos

ku tuang kan rindu di sini. juga cerita-cerita tentang kita, mereka, dan serta merta juga alam sekitarnya
Pos ini dipublikasikan di Kajian, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s