PURNAMA KE SEPULUH

pelanpelan ‘ku tatap langit,
purnama lagi tinggi
aku, kamu dan kicau laut
memburu waktu

belas belati siap jadi
tikam lelaju separuh sunyi

kemanakah liyau arah
menentu segala bara
sedang raut melarut di ujung nisan yg turut

kawan, aku tak lagi dewa
rangkaian purna kian lara
sedang waktu meranum tawa

biar asa laju menantang,
aku tak lagi dewa,
tinggalkan bayang
dalam purnama sepuluh batang

kawan, aku rebah saja
menanti rasa pulang kepada-Nya

te’ 0110-12
purnama ke sepuluh
ditulis dengan rasa tiada

Iklan

Tentang kokinos

ku tuang kan rindu di sini. juga cerita-cerita tentang kita, mereka, dan serta merta juga alam sekitarnya
Pos ini dipublikasikan di Puisi, SAJAK dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s