Kitalah Cakrawala

wahai dinama lentera.. kita tidak lagi sama! seperti malam yang dikunyah mentah pada pagi buta, sampai senja menyilang dan kembali pada malam serupa, kita pun tidak pernah lagi sama, meskipun sebenarnya kita hanya itu-itu saja.

 

Ketahuilah, dinama lentera.. Bahwa sampai hari ini kita tidak akan pernah tahu apapun; karena dunia tidak menceritakan apa yang tidak perlu kita tahu, dan yang akan kita ketahui mungkin tidak pernah ingin kita dengarkan. Memang terkadang langit terlalu curam, sampai kita merasa telah mencapainya. Tapi percayalah.. kita ibarat laut dan langit yang ternyata adalah dua cermin saling menyatu di tepi sana, kitalah cakrawala..

 

kamu, tahu? hari ini adalah hari ke dua puluh empat kalinya bagiku, September tampil sempurna.. di mana setiap waktu berdetak berat, seolah tersangkut keinginan yang (mungkin) tidak akan pernah tercapai. Namun kemudian kita saling mengotak-atik harapan, menitipkannya pada peri penabur hujan; tolong sampaikan pada-Nya, kami akan selalu saling jatuh cinta.

 

Dan kemudian, jadilah kita takzim pada Kuasa yang Niscaya.

kitalah cakrawala..

 

 

 

te’1109.13

Kitalah Cakrawala

Iklan

Tentang kokinos

ku tuang kan rindu di sini. juga cerita-cerita tentang kita, mereka, dan serta merta juga alam sekitarnya
Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s