oi – (melarat sekarat)

oi –
(melarat sekarat)

aku . . Baru saja melampung,
setelah jauh merenangi jejanjian yang panjang yang setiap teriak tak pernah tak parau, semakin parau tak kian aku bergurau.

Oi, dah jauhkah nelangsaku? Sampai hati kau biar aku mengorek busung, mana cacing mana tempiring
mana lading, mataku tekering
oi.. tega nian kau, menanam pula aku semilu

te’ 0708-12

Iklan

Tentang kokinos

ku tuang kan rindu di sini. juga cerita-cerita tentang kita, mereka, dan serta merta juga alam sekitarnya
Pos ini dipublikasikan di Puisi, SAJAK. Tandai permalink.

2 Balasan ke oi – (melarat sekarat)

  1. sudarminto berkata:

    berkaryalh sebayk munkin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s