“aku sebait putik”

resah gulita. aku. berlari selekas waktu bertudung rindu.

menyiumi roma kenangan yang satusatu pecah, kecai dalam dendang.

bayangmu… direnda tiada.

tak berbadik, aku melirik.

kupersembahkan “aku sebait putik”

te’ 2809-12

Iklan

Tentang kokinos

ku tuang kan rindu di sini. juga cerita-cerita tentang kita, mereka, dan serta merta juga alam sekitarnya
Pos ini dipublikasikan di Puisi, SAJAK. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s