Arsip Bulanan: Mei 2012

mari, kuputarkan roda ini.

Ku bungkus sajak-sajak patahku dengan retak kabut dan rindu tatkala Pagi menelan ku akhir mei 2012 aku berdiri. memutar roda ini, kendati subuh menetak bunga-bunga dan para kembang yang jatuh meniduri ku bukan angin kiranya tak bertiup memilukan sayap-sayap rapuh … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , , , , | 23 Komentar

kalam petang, dendang asa

  Hujan belum menyublim.  petang … masih menyisir jalan-jalanku, jalanmu dan jalan mereka yang menatar hidup. bukan hari ini, jalan harus berhenti. Bukan hari ini nafas harus ter-engah menghindari hitam awan-awan pelangi. Bukan hari ini…. kita berkelam dusta di hadapan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SAJAK | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Dua Pilah –

pagi. embun menyesap getirmu dalam decak – decak kagum para alam sedang kau masih dikutati pasung terikat antara maju menderita dan diam sengsara pagi. dan cahaya hampir tiada –

Dipublikasi di SAJAK | Tag , | 3 Komentar

namamu di tepi petangku

Di rinai jingga ini .. saat melangkahi bubuk rindu di tengah dandang cinta sejenak aku tertegun betapa semilir ini menyeruput kehangatan petangku sampai pelangi turun pun, terabaikan kau melangkahi ladangku dan langit turun memahatkan namamu di tepi petangku batam-1505-12

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , | 4 Komentar

Perjalanan

Petang mulai tergelincir sayang.. mari kita pulang. hembusan Muson Timur ini  akan membawa gugur merah dedaunan maple leaf  … bertaburan menutupi taman kecil rumah kita. dan kita akan mengelilingi air mancur yang selalu, kepadanya kita beradu rindu. s

Dipublikasi di SAJAK | Tag , , , , | 10 Komentar

punahku (Buku)

Renyuh. badan-badan tulisan, usang. Bukan hijau atau biru langit dalam dendang angsana. tapi hitam gelap menutupi mata-mata belia pencari kata. berapa kiranya rupiah yang kemarin tercecer. sampai-sampai rapuh pun kau tak perduli. tubuhku  mati. tak berkutik dikutati rayap-rayap rebah rapuh … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di monolog, Puisi, SAJAK | Tag , , , , , | 2 Komentar

Kiwi Mountain

Dua Kuris Satu Meja. aku duduk di samping mu disinari temaram dan langit sedang cerah. secerah hati kita, duduk berdua di sini. Tempat tua. ya… di tempat tua ini pertama aku membidik hatimu dengan nyanyian rindu beriring nada-nada penantian. dan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di monolog | Tag , , , , , | 2 Komentar