Arsip Bulanan: Maret 2012

aku, bocah, dan kiai malam itu

apa kerinduan ini akan terbayar … ? setelah nanti ku temui – Dia seolah bakti, meski hati ini tak pernah menyentuh-Nya sendiri oh… oh… Ku kulum juga kehampaan dari rasa ngeri ketika ku ingat nanti di ujung tepian ruang ini … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Originally posted on CATATAN HATI:
Kadang aku berfikir.. Apakah aku tlah mencintai ketiadaan.. Ketika aku lebih sering merasai pengabaian dibandingkan hirauan… Aku kadang berbisik.. Mungkinkah aku tlah mencintai kebisuan.. Ketika lebih sering cinta menjadi hening ketimbang menyapa dengan hangat.. Dan…

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

ku patri lagi – nama mu di sini

Di sekat inilah tempat aku mematrikan hati ku yang ternyata tokak dan bocor oleh para rindu Di sini. Di salah satu  sudut jemari pagi saat ia menggenggam hujan dalam mega merahnya. ku patrikan bersama gegap gempita para malam dimana ada … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , | 4 Komentar

Originally posted on gubuknya itaita:
Kau yang tiba-tiba datang hari ini, tanpa aba-aba apa pun dari angin yang berhembus dari selatan. Kau yang mengetuk pintu rumahku bersama angin musim panas yang juga baru tiba. Kau yang pernah mengisi sepotong bahagia…

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

peta ini, dari ku untuk mu

ini…  ku buatkan peta untuk mu. – bukan peta tentang cinta – karena kau pasti tau jalan mana yang akan kau tempuh tuk memelukku esok hari bersama pelangi di genggaman mu – bukan peta tentang kehidupan – karena aku saja … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , | 4 Komentar

Netra dan Rungu

    – bagiku, malam adalah ketika para tangis memecah bisu, ketika tapak – tapak kecil mulai berdebu – dan sepiku adalah ketika bertaburan para Netra dan Rungu         kita Buta karena menutup mata … kita tuli … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , , , | Meninggalkan komentar

emosi – Bak Bocah !

Butek … searah saja pikiran mu ! ayolah… coba lenggangkan hatimu biarkan yang sesak terhambat itu lepas biarkan yang yang tertahan itu berkibaran… dan pada akhirnya, kau akan melihat emosimu penuh warna percayalah… percayalah kalau kau tak sendirian ada yang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , | 2 Komentar