Arsip Bulanan: Februari 2012

MASALAH = CUCIAN PIRING

MASALAH ITU IBARAT SETUMPUK CUCIAN PIRING _ ketika kamu hendak mencuci piring ( setelah sebelumnya melihat piring yang sangat bertumpuk dengan perasaan yang sangat geram )., apa yang ada di dalam benak mu., ? pasti kamu dongkol ., sambil menderu … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kajian | Tag , | 2 Komentar

Originally posted on Imannissa Saputra:
   Dibawah senandung hujan terpetik dawai – dawai air., menetes di antara irama angin semilir hari senja dan menapak lah kaki – kaki kecil .,  bertoga sembari berlari berteduh sambil menengadah tangan Bernyanyi menghibur dingin…

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Originally posted on Imannissa Saputra:
    jalan hidup” orang kecil “ menurut ku, inilah arti sebuah hidup. saat matahari memulai cahayanya dengan menghapus serumpun embun, dan saat para pemangsa mencari makan. saat itu juga ada yang memcoba bertahan dengan segenap…

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

di pepasir waktumu, waktuku

   sebutir demi sebutir mulai bergulir jatuh dan tertimbun seratus, atau mungkin seribu cerita usang di pepatahan hatimu – ahh… mungkin baru hari ini… atau mungkin sudah sejak kemarin pepasir ini mengaitkan aku – pada mu ketika malam datang merayap, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , | 1 Komentar

baikkah, setelah ini ?

   semalam, derai – derai air mengiringi malam mu… hei, lihatlah di palung itu… ada sejuta peranak sesal yang kau serapahkan dan angin, air… ah, pasti waktu ! pasti waktu yang kau jadikan tumbal, kan ? tumbal atas kesal dan … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , | 5 Komentar

Sebenarnya

  Ah, satu lagi hati itu keluar dari ubun-ubunnya membuncah berderai ke larung angin sebenarnya tak berniat aku seperti ini jadi duri, menusuk lalu mengiris… sampai sisa segaris pun, aku tak bermaksut sinis   maafkan aku wahai empunya hati sekiranya … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Puisi, SAJAK | Tag , , , , | 6 Komentar

Entah siapa kepadanya aku

   entah siapa kepada nya aku . sekiranya waktu terus berlalu, maka berlalulah aku di larungnya mengetam – etamkan benua rindu yang sedari kemarin memasung musim sampai – sampai Laut turut ter-etam merayapi pepasir di sisiran _ ah., dimana kiranya, … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Kajian, Puisi, SAJAK | Tag , , , , , , , , | 4 Komentar